Jiwa setiap manusia yg pd dasarnya penuh dgn nilai-nilai seni murni membuat manusia itu di anggap sbg makhluk Tuhan paling sempurna.
Namun mana seniman yg masih mempertahankan fine art-nya sbg makhluk?
Bukankah smua masih bnyk didasarkan oleh kebutuhan jasmani?
Yg pd akhirnya mereka hidup di anggap bisnis saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar